Calon bupati nomor urut dua yang berpasangan RH Zulkifli ini maju atas perintah partai dan banyaknya desakan dari elemen masyarakat. Didukung PBR, Republikan dan PNBKI, Nizar pun maju.
Berikut ini wawancara detiksurabaya.com dengan calon bupati yang juga politisi PBR melalui sambungan telepon, Senin (10/12/2012).
Alasan anda maju sebagai calon Bupati Bangkalan?
Saya mendapatkan amanah dari partai. Kalau dapat perintah dari partai, apapun yang diputuskan termasuk saya harus menjadi calon bupati saya siap.
Karena mungkin saya salah satu kader terbaik partai PBR Jatim, sehingga saya menjadi calon Bupati Bangkalan.
Partai apa saja yang mengusung Anda?
Ada PBR, Republikan dan PNBKI. Total semuanya ada 8 kursi dan syarat cabup minimal 7 kursi
Kabarnya anda juga mempunyai hubungan keluarga dengan pasangan calon nomor urut 1 dan 3?
Kalau saya ini santri mas
Tanggapan anda mengenai Pilkada Bangkalan yang diperebutkan oleh pasangan calon yang masih mempunyai hubungan keluarga?
Tanggapan saya begini, kita sama-sama diberikan amanah dari partai masing-masing. Ya memang itu kader terbaik dari partainya masing-masing. Hak masyarakat Bangkalan adalah memilih diantara kader-kader yang ada dan biarlah masyarakat Kabupaten Bangkalan yang menentukan, sesuai dengan apa yang menjadi harapannya.
Apakah menurut anda pasangan caloin ini mempunyai hubungan keluarga sekedar kebetulan?
Kalau saya ini santri. Bapak saya nelayan dari Kwanyar (Bangkalan). Kalau saya santri dari beliau-beliau dan bapak saya juga pernah nyantri. Kita tahu, KH Syaikhona Kholil ulama dari Bangkalan yang termashur dan disegani.
Menjelang Pilkada Bangkalan sempat diwarnai dengan aksi anarkis dari kelompok pendukung pasangan yang digugurkan karena putusan PTUN. Apa harapan anda terkait Pilkada Bangkalan ini?
Harapan saya semoga Pilkada Bangkalan berjalan aman, tertib, lancar dan masyarakat dapat menikmati pesta demokrasi ini.
Apakah ada kekhawatiran Pilkada Bangkalan ini tertunda?
Kita berdoa bersama-sama seluruh masyarakat Bangkalan, semoga Pilkada Bangkalan ini aman, tertib, terkendali dan damai
(roi/gik)










































