Informasi yang dihimpun di lokasi, kedua korban adalah Rita (30) dan anaknya Sinta (7), warga Dusun Kedungwulan, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan Mojokerto. Kepala Rita hancur dan terlepas, sementara kepala Sinta hancur.
Menurut saksi mata di lokasi, Sigit Wahyudi (23), kecelakaan itu bermula saat sebuah truk fuso hendak keluar dari bengkel di Desa Bendo Rangkang, Kecamatan Mojoagung. Tak ingin menabrak fuso ini, dua truk yang hendak melaju ke arah Jombang, melakukan pengereman mendadak.
Di belakang dua truk ini, sebuah truk bermuatan pupuk yang bernopol S 8293 UW, kebetulan posisinya berada di lajur tengah. Truk yang disopiri oleh Mislan (42) ini, membanting stir ke kiri dan menyerempet motor Shogun nopol W 6235 RA yang dikendarai Rita.
Naasnya, motor itu terpelanting ke kiri, sementara Rita dan Sinta terjatuh ke kanan. Kepala kedua korban ini terlindas ban belakang truk ini hingga hancur. Bahkan, kepala Rita terlihat terlepas dari badannya.
"Keduanya tadi meninggal di lokasi. Kondisi kepalanya hancur dan terlepas dari tubuhnya," kata Sigit di lokasi.
Hingga kini, kedua korban meninggal telah dibawa ke RSUD Jombang. Mislan dan keneknya Alek Wahyudi (28), yang beralamatkan Desa Belahan Tengah, Kecamatan Mojosari Mojokerto, diamakan polisi dari amukan warga.
(bdh/bdh)










































