"Kejadiannya kemarin petang," kata staf Tagana Gresik, Yadji, saat dihubungi detiksurabaya.com, Kamis (6/12/2012).
Yadji mengatakan, angin itu datang berbarengan dengan hujan gerimis. Selama 10 menit, angin meniup dan memporak porandakan rumah dan bangunan di desa tersebut. Kondisi desa yang lapang penuh areal persawahan dan rumah yang berjauhan membuat angin dengan leluasa berhembus kencang.
"20 rumah yang rusak kebanyakan atapnya tersapu angin," tambah Yadji.
Sementara warung yang ambruk adalah warung makan milik Bambang Setiawan. Warung yang terbuat dari kayu itu ambruk rata dengan tanah tertiup angin. Yadji mengatakan, kerugian diperkirakan mencapai Rp 50 juta.
"Kami sudah membantu warga membenahi rumahnya yang rusak," lanjut Yadji.
(iwd/fat)











































