LKS Bahasa Using 'Kontroversial' Belum Ditarik dari Siswa

LKS Bahasa Using 'Kontroversial' Belum Ditarik dari Siswa

Irul Hamdani - detikNews
Rabu, 05 Des 2012 15:34 WIB
LKS Bahasa Using Kontroversial Belum Ditarik dari Siswa
Banyuwangi - Meski dianggap kontroversial karena memuat kata-kata jorok, namun LKS (Lembar Kerja Siswa) Bahasa Using untuk siswa kelas 4 SD belum juga ditarik dari peredaran.

Dari pantauan detiksurabaya.com, LKS bahasa Using masih dipakai para siswa SD di sekolah-sekolah. Bahkan hari ini ada sekolah yang menyelenggarakan ujian akhir semester mata pelajaran bahasa asli Banyuwangi, tersebut.

"Hari ini anak saya ujian akhir semester untuk Bahasa Using," kata WF, orang tua siswa, dikonfirmasi detiksurabaya.com, Rabu (5/12/2012).

Orang tua siswa mengaku khawatir dengan materi LKS yang berbau konten dewasa tersebut. Mereka berharap pihak terkait bertanggung jawab dan memberikan penjelasan resmi ke para orang tua siswa.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Banyuwangi mengaku sudah menarik LKS Bahasa Using kontroversial tersebut. Dinas juga mengklaim menerjunkan tim untuk menyelidiki lolosnya LKS bahasa Using itu ke sekolah-sekolah.

"LKS sudah kita tarik, kepala sekolah semua saya tegur," kata Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Sulihtiyono, ditemui detiksurabaya.com di kantornya.

Sebelumnya diberitakan, orang tua siswa SD di Banyuwangi menyoal materi LKS Bahasa Using. Karena memuat kata-kata yang dianggap jorok. Di halaman 19 LKS tertulis sejumlah istilah Bahasa Using yang dianggap tidak pantas dibaca siswa SD.

Semisal (maaf) Kalimat Adu Silit. Penjelasan di LKS menyebutkan, kata Adu berarti gathuk. Sedangkan Silit adalah Pantat.

Jadi bila dimaknai secara harfiah menjadi adu pantat. Ada pula istilah Adus Gedhe. Adus berarti Mandi dan Gedhe artinya Besar. Istilah Adus Gedhe juga dijabarkan di LKS sebagai mandi junub. Yakni mandi wajib bagi orang dewasa setelah bersebadan.

Tertulis juga istilah Adol Gempang. Yang di dalam LKS dijabarkan; mencari nafkah dengan menjual kehormatannya (melacur). Istilah itu juga dijabarkan menggunakan Bahasa Using sebagai berikut; Nggolet napekah teka ring dodol kehormatane (dadi senuk).

"Kata-kata itu tidak pantas disuguhkan ke anak SD," kata WF, salah seorang orang tua siswa SD swasta di Kecamatan Genteng, saat mengkonfirmasi ke detiksurabaya.com.

(bdh/bdh)
Berita Terkait