Sebelum dimakamkan, jenazah Ellen sempat disemayamkan beberapa hari di Persemayaman Margo Langgeng, Desa Denanyar Jombang. Ellen dimakamkan di Pemakaman Denanyar.
Saat dimakamkan, ibunda Ellen, Winarsih (51) terlihat shock. Winarsih tak henti-hentinya mencucurkan air mata saat melihat anak keduanya itu dimasukkan ke liang lahat. Winarsih tampak tak rela anaknya meninggal dengan cara tragis.
Ellen sendiri dimakamkan di samping ayah kandungnya, Abraham Sadak alias Oei Kim Dak. Ayahnya sendiri telah meninggal pada 13 Maret 2012 lalu. Selama ini, Ellen merupakan tulang punggung keluarganya.
Menurut Robi Wijaya (26), sepupu Ellen, selama ini yang menjadi tulang punggung keluarga adalah Ellen. Dia bekerja sebagai sales, tak lain hanya untuk menghidupi keluaganya pasca ditinggal ayahnya meninggal.
"Ellen itu anak baik. Apapun dikerjakan untuk menghidupi keluarganya. Kita sangat kehilangan sosok humoris itu," ungkap Robi di sela-sela tabur bunga di atas pusara makam Ellen.
Usai melakukan pemakaman, keluarga pun menabur bunga di atas pusara makam Ellen. Meski sang ibu masih bersedih dan seakan tak mau pulang dari makam, keluarga memintanya untuk ikhlas dan kembali pulang ke rumahnya di Jalan Abdurrahman Saleh nomer 94 Jombang.
Sebelumnya, seorang karyawan PT Asco Prima Mobilindo di Jalan Mastrib nomer 180 Surabaya, ditemukan tewas di Trawas dengan kondisi mengenaskan. Korban bernama Ellen Carolina (25), merupakan sales Daihatsu ini ditemukan tewas dengan keadaan kaki terikat.
Kematian karyawan PT Asco Prima Mobilindo, Ellen Carolina akhirnya terkuak. Dua tersangka pembunuh perempuan berusia 25 tahun ini digulung polisi. Dua pria itu adalah Limanto Hartono (29) dan JS alias Tongos (17).
(bdh/bdh)











































