Tabrakan di Pasuruan, Saksi: Terdengar Suara Ban Pecah, Lalu..Brak!

Tabrakan di Pasuruan, Saksi: Terdengar Suara Ban Pecah, Lalu..Brak!

Muhajir Arifin - detikNews
Senin, 03 Des 2012 10:50 WIB
Tabrakan di Pasuruan, Saksi: Terdengar Suara Ban Pecah, Lalu..Brak!
Pasuruan - Polisi belum bisa memastikan penyebab tabrakan maut antara bus pariwisata dan Suzuki APV nopol yang menewaskan 3 orang dan 4 lainnya luka. Namun dari keterangan saksi mata menyebut, kecelakaan diawali ban mobil APV yang pecah.

"Terdengar suara seperti ban mobil yang pecah. Lalu... Brak!" Yanti, warga sekitar lokasi kepada detiksurabaya.com, Senin (3/12/2012).

Kesaksian Yanti berbanding lurus dengan pengakuan salah satu korban selamat. Menurut Sihatun (66), awalnya kondisi mobil baik-baik saja. Namun saat di lokasi kejadian tiba-tiba oleng dan masuk ke jalur berlawanan.

"Tadinya mobil tidak ada masalah. Tapi tiba-tiba oleng ke kanan," ujarnya sambil memegangi luka di kepalanya di IDG dr R Soedarsono.

Pihak kepolisian belum bisa memastikan penyebab tabrakan meski sejumlah saksi dari pihak korban selamat dan pengemudi bus sudah menjalani pemeriksaan intensif. Belum ada penetapan tersangka dalam kecelakaan maut tersebut.

"Kita masih selidiki. Yang jelas saat kejadian kondisi jalan licin karena habis hujan," terang Kasat Lantas Polres Pasuruan, AKP Tony Prasetya.

Seperti diketahui kecelakaan maut melibatkan bus pariwisata L 7017 UJ dan Suzuki APV N 352 VF terjadi di Jalan Raya Pasuruan - Malang, tepatnya di Dusun Cobansari Desa Cobanblimbing Kecamatan Wonorejo, Minggu (2/12/2012) malam.

APV yang melaju dari arah utara - selatan tiba-tiba oleng dan mengarah ke kanan ditabrak bus yang melaju kencang dari arah berlawanan. Akibatnya APV terbanting dan ringsek mengakibatkan 3 penumpangnya tewas seketika di lokasi. Sementara 4 penumpang yang lain mengalami luka-luka.

Korban tewas yakni Sopir APV, Sukri (53), Suroto (40) dan Juki (34). Sementara korban luka yakni Sihatun (66), Evi (25), Mutmainah (50) dan balita bernama Dimas (4). Semua korban tewas dan luka merupakan anggota keluarga asal Kelurahan Kepel Kecamatan Bugul Kidul Kota Pasuruan.

(fat/fat)
Berita Terkait