Penyelundupan Daging Trenggiling Digagalkan

Penyelundupan Daging Trenggiling Digagalkan

- detikNews
Sabtu, 01 Des 2012 17:00 WIB
Penyelundupan Daging Trenggiling Digagalkan
Sidoarjo - 288 Daging beku Trenggiling yang akan diselundupkan ke Hongkong berhasil digagalkan dan diamankan petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, Sabtu (1/12/2012).

Kasi wilayah 3 BKSDA Jawa Timur Widodo menjelaskan, modus penyelundupan daging beku Trenggiling dengan membuat data dokumen berisikan belut. Saat dilakukan pengecekan, ternyata tidak semua paket berisikan belut hidup.

"Kita awalnya mendapatkan laporan dari petugas balai karantina ikan. Kalau ada paketan yang mencurigakan," kata Widodo kepada detiksurabaya.com.

Mendapatkan laporan adanya paket mencurigakan lanjut Widodo, pihaknya melakukan pengecekan paket berwarna putih yang ada di dalam Cargo Bandara Juanda. Alhasilnya, ditemukannya daging beku Trenggiling, belut dan paruh.

"Sebanyak 60 koli. Untuk 30 koli berisikan 288 daging beku Trenggiling yang 5 biji paruh yang disisipkan dalam paketan daging Trenggiling. Sisanya sebanyak 30 koli berisikan 3 ribu ekor belut hidup," ujar Widodo.

Penyelundupan daging beku Trengggiling yang akan dikirim ke Hongkong dengan menggunakan pesawat Cathay Pasific nilai jualnya sangat signifikan. Karena, sistem jualnya ada yang persisik, perkilogram dan ada juga dijual perkeping.

"Kalau dijual perkilogramnya Rp 500 ribu. Jika dikalikan bisa mencapai Rp 1 miliar lebih. Belum sisiknya dijual seharga Rp 4 juta perkilogramnya. Jika dijual secara perkeping, sisiknya Rp 10 ribu rupiah," terang Widodo.

Selain mengamankan daging beku Trenggiling, petugas juga mengamankan salah seorang petugas cargo ekspedisi freelance Bandara Juanda. Dan hingga kini masih terus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut secara intensif.

"Yang masih kita periksa sampai saat ini Yoedy Heriansyah salah seorang petugas ekspedisi cargo Bandara Juanda. Karena dia yang memeriksa dan menunjukan kalau semua paketan 60 koli dokumennya adalah berisikan ikan belut," pungkasnya.

(bdh/bdh)
Berita Terkait