Kanit Laka Lantas Polres Jember Iptu Made Teja mengatakan, sebelum kejadian, Leni berada di boncengan motor Honda Beat yang dikendarai ibunya, Ningsih. Selain Leni dan Ningsih, juga ikut saudara Ningsih, Satriawati yang duduk di belakang Leni.
"Mereka berboncengan tiga, posisi Leni berada di tengah, diantara Ningsih dan Satriawati," ujar Made Teja, Jumat (30/11/2012).
Motor yang dikendarai Ningsih itu melaju di jalan desa Sempolan dari arah selatan. Tiba di pertigaan Pasar Sempolan, saat memasuki jalur utama Jember–Banyuwangi, Ningsih membelokkan motornya ke arah barat. Saat bersamaan dari arah timur, melaju truk gandeng bermuatan sengon yang dikendarai Yayan (38).
"Ketika masuk ke jalur utama, pengendara motor langsung berbelok ke Barat tanpa melihat ke Timur. Padahal waktu itu, dari arah Timur ada truk gandeng. Karena posisinya terlalu dekat, akhirnya terjadi benturan antara motor dan truk," terang Made Teja.
Tiga penumpang motor, termasuk Leni jatuh ke aspal jalan. Namun naas bagi Leni. Posisinya yang tepat berada di depan roda truk gandeng, langsung terlindas roda kendaraan berat itu. Kepala Leni pecah dan ususya terburai. Bocah perempuan itu langsung tewas di TKP. Sedangkan Ningsih dan Satriawati yang jatuh agak ke tepi jalan, hanya mengalami luka ringan.
"Semua korban kita bawa ke RSD dokter Subandi Jember. Untuk korban tewas kita baya ke kamar mayat untuk dilakukan otopsi," jelasnya.
Dia menambahkan, pihaknya sudah mengamankan motor Honda Beat milik korban, truk gandeng beserta sopirnya, Yayan, warga Tasikmalaya, Jawa Barat.
"Saat ini kita masih meminta keterangan sopir truk. Kita juga telah meminta keterangan sejumlah saksi di TKP dan melakukan olah TKP," pungkasnya.
(fat/fat)











































