Pro Gus Dur di Jember Marah, Bendera Partai Demokrat Dirobek-robek

Pro Gus Dur di Jember Marah, Bendera Partai Demokrat Dirobek-robek

Syaiful Kusmandani - detikNews
Kamis, 29 Nov 2012 11:50 WIB
Pro Gus Dur di Jember Marah, Bendera Partai Demokrat Dirobek-robek
Surabaya - Puluhan kader GP Ansor dan Banser unjukrasa di depan Kantor DPC Partai Demokrat Jember, Kamis (29/11/2012). Mereka menuntut Sutan Bhatoegana dipecat, menyusul pernyataannya yang menuding Gus Dur terlibat kasus korupsi Buloggate dan Brunaigate.

Puluhan pendukung Gus Dur itu datang ke kantor Demokrat di Jalan S Parman dengan mengendarai motor dan mobil. Mereka membawa poster bergambar Sutan Bhatoegana dan memelesetkan nama pengurus DPP Partai Demokrat itu dengan sebutan 'Setan Bhatoegana'.

"Jaksa Agung sebelumnya telah memutuskan bahwa Gus Dur tidak terlibat kasus buloggate atau pun Brunaigate. Pernyataan Sutan Bhatoegana merupakan penghinaan kepada Gus Dur sebagai bapak bangsa," teriak salah seorang orator, Fatkhul Hadi.

Saat terjadi orasi, sejumlah pendukung Gus Dur lalu merobek – robek gambar Sutan Bhatoegana dan berusaha membakarnya dengan menyulut menggunakan korek api. Kemudian pendukung yang lain juga menurunkan bendera Parta Demokrat yang ada di halaman kantor itu dan membakarnya.

Namun karena hembusan angin cukup kencang, akhirnya api yang melumat bendera dan poster itu padam . Berkali – kali mereka mencoba menyulut lagi dengan korek api, namun gagal. Akhirnya mereka meluapkan kemarahannya dengan merobek dan menginjak – injak bendera Partai Demokrat dan poster Sutan Bhatoegana.

Tidak berhenti sampai di situ, sejumlah pendukung Gus Dur ini lalu melempari kantor DPC Partai Demokrat Jember dengan telur busuk. Dinding kantor Partai bentukan SBY itu pun kotor. Melihat suasana yang mengarah ke anarkis, ketua GP Ansor Jember Ayub Junaidi langsung berusaha mendinginkan suasana.

"Tetap satu komando! Jangan Anarkis! Jangan terprovokasi!" teriak Ayub berusaha menenangkan massa.

Kericuhan juga sempat terjadi ketika sekertaris DPC Partai Demokrat Jember Eko Purwanto, menemui pengunjukrasa. Massa emosi dan berusaha mendekati Eko Purwanto ketika dia mengaku masih harus rapat pengurus untuk memutuskan memberi rekomendasi pemecatan Sutan Bhatoegana.

Beruntung massa yang berusaha merangsek maju berhasil dihalau. Akhirnya Ayub memberi waktu 1 X 24 jam kepada pengurus Demokrat Jember untuk membuat rekomendasi. "Kalau tidak, besok kita akan datang dengan massa yang lebih besar. Kita tunjukkan bahwa Jember gudangnya Nahdliyin dan gudangnya pendukung Gus Dur," kata Ayub.

Setelah mendapat pengarahan dari Ayub, massa akhirnya membubarkan diri kembali ke kantor Banser di Jalan Cokroaminoto. (gik/gik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini