Dengan celurit yang dibawanya, Wirto menghabisi Sukarnam. Usai membantai tetangganya itu, Wirto menyerahkan diri ke polisi.
"Dari informasi sementara, motif kejadiannya memang dipicu masalah cemburu. Namun, untuk lebih jelasnya menunggu hasil penyidikan nanti,” kata AKP Sugianto saat dihubungi detiksurabaya.com, Selasa (27/11/2012).
Kasubag Humas Polres Lumajang itu mengatakan jika Wirto saat ini masih menjalani penyidikan intensif di Polsek Senduro.
Dari informasi yang dihimpun, Wirto melakukan pembunuhan itu pada Selasa dini hari. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini mendatangi rumah Sukarnam, tetangga yang ditudingnya telah merusak pagar ayu rumah tangganya.
Wirto yang kalap karena yakin istrinya berselingkuh dengan Sukarnam langsung menggedor rumah tetangganya itu dinihari buta dengan menghunus sebilah clurit. Dan ketika pria tetangganya itu muncul dari balik pintu, tanpa banyak cakap Wirto langsung saja melayangkan celuritnya ke perut Sukarnam.
Seketika saja perut Sukarnam terbelah hingga ususnya terburai. Pria 50 tahun itu langsung terjungkal bermandikan darah akibat serangan mendadak yang dilayangkan tetangganya tersebut. Meski kondisi Sukarnam kritis akibat luka bacok yang dialaminya, namun hal itu tak membuat Wirto puas.
Pria warga Dusun Sabrang, Desa Bedayutalang, Senduro itu melanjutkan aksinya. Dia menyeret tubuh Sukarnam ke depan rumah. Di sana, ia kembali menyabetkan clurit yang dihunusnya ke arah kepala Sukarnam. Tak pelak, kondisi Sukarnam kian tragis saja. Pria ini pun meregang nyawa hingga tubuhnya terjungkal ke selokan di depan rumahnya. Di sana, Sukarnam menghembuskan nafasnya yang terakhir dalam kondisi luka bacok parah.
Mengetahui Sukarnam tewas, akhirnya Wirto mengakhiri aksi sadisnya dengan buru-buru pergi meninggalkan lokasi kejadian. Namun, ia ternyata tidak memilih kabur karena berniat mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Hal itu dibuktikan dengan kedatangan Wirto ke Polsek Senduro. Wirto berniat menyerahkan diri dengan membawa barang-bukti berupa clurit yang digunakannya menghabisi nyawa Sukarnam.
(iwd/iwd)











































