"Memang akan melakukan demo mogok jagal. Surat pemberitahuannya sudah masuk ke kantor. Ya, kami tidak menghalanginya. Silahkan saja. Itu bentuk penyampaian aspirasi para jagal dan pedagang," ujar Sekretaris Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Irawan Subiyanto ditemui di Hotel Savana, Kota Malang, Kamis (22/11/2012).
Menurut Irawan, para pejagal dan pedagang yang akan mogok itu yang berada di Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo dan Kota Surabaya. "Beberapa daerah itu yang kami ketahui akan mogok selama 4 hari nanti," tutur dia.
Irawan menilai, aksi mogok para jagal itu sebagai bentul solidaritas kepada jagal di daerah lain yang kini tengah kesulitan mendapatkan sapi untuk dipotong. "Itu solidaritas saja, tapi tak menutup kemungkinan ada unsur politis di dalamnya," sangka Irawan.
Irawan sendiri menjamin stok daging di Jawa Timur tetap aman meski ada rencana mogok oleh para jagal, bahkan itu bisa sampai akhir tahun nanti. Karena stok sapi di Jawa Timur melimpah hingga tak dikhawatirkan adanya kelangkaan daging sapi.
Sementara itu, menurut H Abu Hasan, Ketua Himpunan Pedagang Muslim Indonesia seksi Jagal Malang Raya, mengaku aksi mogok jagal sudah diketahui oleh pedagang. Jika ada yang melanggara tak segan pihaknya memberikan sanksi kepada jagal tersebut. "Jika ketahuan menjual kita sanksi denda Rp 50 juta," tegasnya terpisah.
Sanksi itu, kata dia, telah menjadi kesepakatan para jagal demi menuntut kenaikan harga daging. Karena selama ini jagal terus merugi dengan terus menaiknya harga di tingkat peternak. "Kita minta harga dari jagal bisa disesuaikan," sambungnya.
(bdh/bdh)











































