Polisi Menduga Kematian Duda Bersimbah Darah Karena Sakit

Polisi Menduga Kematian Duda Bersimbah Darah Karena Sakit

Ghazali Dasuqi - detikNews
Kamis, 22 Nov 2012 13:50 WIB
Polisi Menduga Kematian Duda Bersimbah Darah Karena Sakit
Situbondo - Polisi menduga kematian pensiunan karyawan PG, Ahmadi Sutrisno (66) di rumahnya Perumahan Vila Panji Asri, Situbondo, itu akibat penyakit. Dari hasil penyelidikan, polisi tidak menemukan indikasi kekerasan di tubuh korban.

Selain itu, semua perabotan di rumah duda dua anak itu juga tertata rapi. Semua pintu rumah korban juga dalam keadaan terkunci dari dalam.

"Sementara kami tidak menemukan adanya indikasi kejahatan di balik kematian korban. Untuk darah yang ada di sekitar mayat itu memang darah korban. Darah itu mengalir dari bagian telinga, mulut, dan hidung, diduga karena pembuluh darah korban pecah," kata Kapolsek Panji, AKP Mas Akhmad Sujalmo, Kamis (22/11/2012).

Dugaan korban terserang penyakit itu semakin kuat, setelah polisi mendengar keterangan dari keponakan korban, Boby Rano Purwanto (37). Bahkan, Sabtu (17/11/2012) lalu, korban sempat meminta Boby untuk membelikan obat viostin-ds. Obat itu biasanya kerap dikonsumsi korban jika penyakitnya dirasa hendak kambuh.

"Itu obat untuk asam urat. Karena selama ini korban memang punya penyakit asam urat dan hypertensi," papar AKP Mas Akhmad Sujalmo.

Namun, semua itu baru dugaan sementara berdasarkan hasil penyelidikan di lokasi kejadian, yakni di rumah korban di Vila Panji Asri, Desa Curah Jeru, Kecamatan Panji. Untuk memastikan penyebab kematian korban, polisi tetap membawa mayat Ahmadi Sutrisno ke RSU dr Abdoer Rahem Situbondo untuk diotopsi.

"Tapi untuk penyebab pasti kematian korban kami tetap menunggu hasil otopsi dari dokter," pungkas Mas Akhmad Sujalmo.

Diberitakan sebelumnya, seorang kakek pensiunan karyawan PG ditemukan tewas di dalam rumahnya Perumahan Vila Panji Asri, Situbondo, Kamis (22/11/2012). Tubuh Ahmadi Sutrisno (66) ditemukan tertelungkup bersimbah darah di ruang tengah.

Kuat dugaan korban sudah meregang nyawa beberapa hari lalu. Saat ditemukan kondisi tubuh Ahmadi Sutrisno sudah bengkak dan menebarkan aroma menyengat. Di lantai keramik sekitar mayat pensiunan karyawan PG Pandjie itu ditemukan banyak darah yang sudah mengering dan mulai menghitam.

(fat/fat)
Berita Terkait