Belum diketahui pasti penyebab tewasnya duda 2 anak itu. Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Kabar penemuan mayat Ahmadi Sutrisno menyita perhatian warga hingga langsung berdatangan. Polisi pu memasang garis polisi di depan rumah korban.
"Penyebab kematiannya belum diketahui. Unit Identifikasi dari Polres sendiri juga baru melakukan olah TKP," kata Kapolsek Panji, AKP Mas Akhmad Sujalmo di lokasi kejadian.
Kuat dugaan korban sudah meregang nyawa beberapa hari lalu. Saat ditemukan kondisi tubuh Ahmadi Sutrisno sudah bengkak dan menebarkan aroma menyengat. Di lantai keramik sekitar mayat pensiunan karyawan PG Pandjie itu ditemukan banyak darah yang sudah mengering dan mulai menghitam. Belum diketahui dari mana darah itu mengucur.
Keterangan yang dihimpun detiksurabaya.com, kematian Ahmadi Sutrisno diketahui pertama oleh keponakannya, Boby Rano Purwanto, warga Jalan Wijaya Kusuma. Pria 37 tahun itu curiga karena beberapa kali ditelpon tidak kunjung diangkat oleh pamannya.
Boby pun bergegas mendatangi rumah Ahmadi Sutrino di Vila Panji Asri, Desa Curah Jeru, Kecamatan Panji. Saat itulah dia mendapati pamannya sudah menjadi mayat.
"Sejak cerai beberapa tahun lalu paman memang tinggal sendirian. Dua anaknya tinggal di Lampung," papar Boby.
Sebelum ditemukan meninggal, Boby mengaku sempat bertemu dengan Ahmadi Sutrisno dalam pertemuan keluarga, Kamis (15/11/2012) lalu. Dua hari berikutnya, korban masih sempat meminta Boby membelikan obat untuk penyakit asam urat. Sejak itu, dia tidak pernah bertemu korban lagi hingga ditemukan jadi mayat.
"Selama ini dia memang punya penyakit asam urat dan darah tinggi. Tapi tidak tahu mayatnya kok keluar darah. Kami pasrahkan ke polisi untuk menyelidiki," pungkas Boby.
(fat/fat)











































