Peristiwa ini bermula saat korban bersama ibu dan tetangganya selesai menyerut bambu untuk membuat mainan. Tiba-tiba terdengar suara berisik dari atas rumah. Tak lama kemudian Fitri mengaduh kesakitan sambil memegang telapak tangannya.
Surtini sang ibu sempat mengira anaknya terkena bambu. Tapi ketika dilihat tangan anaknya bercucuran darah, perempuan 52 tahun ini langsung panik.
"Saya sempat ledek dia, jangan manja. Kena bambu saja nangis, eh ternyata kena peluru," kata Surtini di rumahnya, Selasa (20/11/2012).
Sementara Fitri masih meringik kesakitan. Fitri terus menangis meski dirinya telah menjalani operasi pengangkatan proyektil di RSD Mardi Waluyo Blitar.
"Sesuatu tiba-tiba bersarang di telapak tangan saya. Saya menangis karena sakit luar biasa," keluh Fitri didampingi suaminya, Agil Prasetyo (24).
Atas kejadian ini, sejumlah personel Kepolisian Resort Kota Blitar langsung melakukan olah TKP. Polisi juga mengamankan sebuah proyektil yang tadinya bersarang di telapak tangan Fitri. Namun hingga kini polisi masih belum bisa memastikan dari mana peluru tersebut berasal.
"Peluru akan kita bawa ke labfor Polda Jatim untuk uji balistik. Supaya diketahui kaliber dan jenis senjata apa," singkat Kasatreskrim Polresta Blitar, AKP Slamet Riyadi saat dihubungi terpisah.
(/)










































