Akibat kejadian ini, 8 KK atau sekitar 23 jiwa mengungsi ke rumah kerabat mereka yang masih aman. Meski begitu 23 pemukiman warga masih terancam longsor dan banjir susulan.
Dari pantauan detiksurabaya.com, puluhan warga dibantu aparat TNI sedang membersihkan sisa longsoran serta sisa lumpur yang masuk ke rumah warga, Selasa (20/11/2012) siang.
Menurut warga, longsor dan banjir ini terjadi akibat hujan deras yang mengguyur sejak Senin kemarin. Derasnya hujan, membuat tanah bekas galian bukit tidak mampu tertampung papan penahan yang terbuat dari bambu.
"Ya tanahnya longsor, kemudian banjir lumpur masuk ke rumah warga yang mepet dengan bukit," kata Andri (28) salat satu warga Dusun Parang kepada detiksurabaya.com di lokasi kejadian.
Sementara Kepala Dusun Parang, Slamet (40) ada 11 rumah warganya yang tertimpa longsor dan banjir lumpur. Yang terparah ada 2 rumah, sementara lainnya tergenang lumpur dengan ketinggian sekitar 30 cm. Selain rumah warga, areal makam seluas 50m2 juga terancam tertimbun longsoran bukit.
"Ya jumlah warga yang mengungsi ke sanak saudara yang aman ada 8 KK atau 24 jiwa," tambahnya.
Warga diimbau tidak berada di sekitar rumah jika hujan deras. Sebab dikhawatirkan terjadi longsor susulan.
(fat/fat)










































