"Diagnosa kami, mungkin pasien menderita tumor hidung. Matanya yang menjorok ke depan disebabkan oleh tekanan tumor," kata dr. Dyah usai melihat foto rontgen pasien, Senin (19/11/2012).
Meski mendiagnosa tumor tetapi Dyah belum bisa memastikan apakah tumor itu bisa dioperasi atau tidak. Dyah menambahkan, sambil menunggu kepastian, Dwi bisa berobat jalan.
"Dia (Dwi) sudah lama tidak kontrol. Dia kontrol terakhir pada 2011," lanjut Dyah.
Seperti diberitakan sebelumnya, di kepala Dwi khususnya di bagian muka bersarang 53 logam mirip jarum. Akibat penyakit ini, warga Jalan Dr. Soetomo, Lingkungan Gebang, Kelurahan Sananwetan ini tidak bisa bernafas normal melalui hidung karena tersumbat.
Dwi terpaksa bernafas melalui mulut. Dwi juga mengalami gangguan pendengaran. Bibirnya juga miring yang menyebabkannya susah bicara. penglihatan juga sangat terganggu karena mata kirinya membengkak dan memerah. Dwi mengaku mengalami sakit aneh ini sejak 5 tahun yang lalu.
Dwi sempat berobat ke RS Mardi Waluyo. Tetapi pihak RS Mardi Waluyo merujuk Dwi agar berobat ke RS Syaiful Anwar, Malang.
(iwd/iwd)











































