Dwi berangkat menuju ke poli THT RS Syaiful Anwar didampingi Mariani (55), ibunya dan Irwan Prambodo (32), kakak sepupunya. Dwi diantar oleh seorang kerabat ibunya menggunakan sebuah minibus warna hitam.
“Saya akan bawa ke poli THT RSSA Malang sesuai dengan rujukan dokter THT RS Mardi Waluyo kemarin,” kata Mariani kepada detiksurabaya.com di rumahnya, sebelum berangkat ke Malang, Senin (19/11/2012).
Janda yang berprofesi sebagai penjual rokok eceran di kios ini berharap pemeriksaan di rumah sakit bisa mengetahui apakah masih ada jarum di kepala anaknya atau tidak. Mariani juga berharap anaknya bisa disembuhkan seperti sediakala.
"Kata paranormal, memang masih ada jarum yang tertinggal dan tak bisa dikeluarkan. Kalau dipaksa dikeluakan, jarum itu takutnya menyerang dia sendiri," tambah Mariani.
Sejak mempunyai penyakit aneh itu, setidaknya Dwi sudah 3 kali menjalani pemeriksaan termasuk rotgen di rumah sakit. Pertama pada tahun 2007 di RS MArdi Waluyo. Kedua pada tahun 2011 di RS Syaiful Anwar dan terakhir di RS Mardi Waluyo pada Rabu (14/11/2012) kemarin.
"Baik rontgen pertama, kedua, dan ketiga menunjukkan jumlah yang sama yakni 53 jarum di kepala," tandas Mariani.
(iwd/iwd)











































