Hari ini, sebanyak 8 orang dari tim PVMBG turun ke lapangan dan melakukan penelitian awal.
"Sejak kemarin kami melakukan observasi. Hari ini, kami mengambil sampel," ujar salah satu petugas PVMBG Ahmad Zainuddin kepada wartawan di lokasi kejadian, Minggu (18/11/2012).
Untuk mengambil sampel dari semburan di Metatu, petugas PVMBG menggunakan alat sebuah plastik dan tersambung dengan alat suntik besar. Setelah mendapatkan sampel, pihaknya akan menganalisis dan dilanjutkan dengan membawa ke laboratorium migas.
"Untuk mengetahui komposisinya, sehingga dapat menyusun langkah berikutnya," terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, semburan lumpur bercampur air dan Lantong serta gas terjadi sekitar 10 meter dari bekas sumur minyak peninggalan zaman penjajahan Belanda, di waduk Metatu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Selasa (13/11/2012) sekitar pukul 17.30 wib.
(roi/fat)










































