Kepala Dispar Banyuwangi Suprayogi menjelaskan, malam ini dia telah memerintahkan stafnya untuk segera memperbaiki tagline brosur yang salah. Semua brosur peta wisata yang berjumlah ratusan diperbaiki satu persatu hingga siap diedarkan lagi.
"Malam ini saya suruh ngelembur perbaiki tulisan di brosur. Tagline yang salah kita tutup dengan tagline yang betul," jelasnya saat menemui detiksurabaya.com, di Hotel Ketapang Indah, Jumat (16/11/2012).
Yogi, sapaan akrab Suprayogi, mengakui bila ada kelemahan saat proses editing. Kelemahan juga terjadi saat brosur sudah diserahkan ke pihaknya tanpa diteliti. Itu dikarenakan tingkat kesibukan Dispar menjelang rangkaian Banyuwangi festival.
"Terima kasih saya sudah diingatkan," tambah Yogi.
Sebelumnya, di brosur peta wisata Banyuwangi terdapat kekeliruan penulisan tagline. Brosur yang diterbitkan Banyuwangi Regency Culture and Tourism Service yang beralamatkan di Jalan A Yani 78 itu menulis tagline 'Welcome to Banyuwangi Sunrice of Java'.
Kata Sunrice, seharusnya Sunrise yang artinya matahari terbit. Entah bagaimana, brosur untuk guide wisatawan ini bisa lolos sensor meski ada kesalahan yang cukup mengganggu.
Apalagi Bupati Abdullah Azwar Anas tengah giat-giatnya mempromosikan potensi wisata ecotourism Banyuwangi ke dunia internasional maupun nasional. Semestinya dinas pariwisata setempat harus meneliti brosur yang menjadi ujung tombak pariwisata ini.
"Ini kan menggelikan, tagline brosur ada kesalahan. Apalagi brosur sudah menyebar ditangan wisatawan," kata Budi, wisatawan asal Surabaya, pada detiksurabaya.com.
(iwd/iwd)










































