"Overload sejak kemarin. Terjadi penumpukan pasien karena banyak ruangan yang direhab," kata dokter jaga, dr. Sri Rejeki, kepada detiksurabaya.com, Jumat (16/11/2012).
Sri mengatakan, karena ada renovasi ruangan, maka hanya ada 2 ruangan yang bisa digunakan yakni ruang Anyelir dan Mawar. Satu ruangan mampu menampung 6 orang. Padahal paisen yang menjalani rawat inap ada 27 pasien dengan rincian 11 pasien anak dan 16 pasien dewasa. Dengan terpaksa ruangan harus disekat dengan triplek agar semua bisa kebagian bed.
"Mayoritas pasien sakit muntaber dan thypus," tambah Sri.
Karena banyaknya pasien yang berjejal, sebagian pasien lebih memilih berada di luar. Mereka tak tahan dengan pengapnya ruangan yang ventilasinya kurang dan tak berkipas angin.
Sri menjelaskan, pada cuti bersama ini Puskesmas Porong tetap buka termasuk layanan-layanannya seperti UGD, apotek dan unit pelayanan lain. Namun masing-masing pelayanan hanya diberi diberi 1 petugas.
"Sebagian petugas puskesma berwisata ke Bandung," ujar Sri
Kurang maksimalnya layanan terlihat di bagian pengambilan obat. Biasanya layanan obat selesai sekitar pukul 11.00. Karena hanya dilayani 1 petugas, maka masih banyak antrean yang terjadi.
Puluhan pasien atau keluarga pasien terpaksa harus menunggu lama hanya untuk menebus obat. Tak sedikit dari mereka yang bermuka masam atau marah-marah karena lamanya antrean tersebut.
(iwd/iwd)











































