"Konon di Metatu ini ada bekas kilang minyak," ujar M Imron warga Metatu, kepada detiksurabaya.com, Rabu (14/11/2012).
Metatu boleh dibilang sebagai kampung minyak. Pasalnya, di area waduk Metatu seluas sekitar 9 hektar, terdapat 8 bekas sumur minyak peninggalan Belanda. Bahkan, di lahan tersebut terjadi semburan lumpur bercampur minyak, air dan mengandung gas yang mudah terbakar, di dekat bekas sumur minyak tua.
Kata Imron, selain ada beberapa sumur minyak tua, di pemukiman warga di Metatu juga terdapat beberapa bubble yang mengandung minyak mentah Lantong, seperti di belakang rumahnya, dengan kedalaman sekitar 3 meter.
"Sebelum saya lahir, sudah ada Lantong," tutur pria berumur 47 tahun itu.
Bubble tersebut oleh warga dibuatkan dinding seperti sumur kecil. Kadang kala warga memanfaatkan mengambil Lantong untuk bahan bakar memasak.
"Kalau memasaknya pakai kayu, dicelupkan, nyalanya cepat dan tahan lama," ujarnya.
Bapak dua anak yang sehari-hari bekerja sebagai satpam di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Gresik itu, mengaku tidak takut akan terjadi kebakaran. Justru, warga juga memanfaatkan mengambil Lantong dan dijual ke sopir.
"Ketika BBM mahal, banyak warga dan sopir yang mengambilnya dan dijual," jelasnya.
(bdh/bdh)











































