Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik Hari Sucipto kepada wartawan saat meninjau lokasi semburan, Rabu (14/11/2012).
"Dinas Pekerjaan Umum (PU) diperintahkan Pak Bupati (Sambari Halim) untuk siap menurunkan alat berat untuk membuat tanggul. Tapi tidak seperti tanggul (Lapindo) di Porong Sidoarjo," kata Hari..
Hari menerangkan, saat ini pihaknya bersama instansi lainnya sedang melakukan pemantauan ke semburan. Menurutnya, jika semburan tersebut meluber dan membahayakan pemukiman sekitar, pemkab akan melakukan langkah antisipasi seperti membangun tanggul di area Waduk Metatu.
"Kami akan menurunkan alat berat kalau memang semburannya semakin membesar. Mudah-mudahan cepat tertangani dan tidak membesar yang dapat membahayakan pemukiman," jelas Hari.
Dari pantauan detiksurabaya.com, di area Waduk Metatu seluas sekitar 9 hektar, terdapat 8 titik sumur bekas zaman penjajahan Belanda. 7 sumur sudah tidak pernah diaktifkan warga. Sedangkan 1 sumur yang berada di sekitar 10 meter lokasi semburan, pernah dieksplorasi oleh warga sekitar 2 tahun lalu. Namun, saat kejadian, sumur tersebut sudah tidak pernah diaktifkan kembali.
(roi/iwd)










































