"27 persen kandungan gasnya mudah terbakar," ujar petugas dari PetroChina, Sokran kepada wartawan di lokasi, Rabu (14/11/2012).
Untuk memastikan apakah kandungan gasnya mudah terbakar atau tidak, Sokran membawa alat gas detektor, untuk mendeteksi gas yang muncul dari semburan tersebut.
Dari pendeteksian berjarak 5 meter, tercatat 15 persen Lower Explosive Limit (LEL). Kemudian jaraknya lebih dekat sekitar 4 meter, hasilnya 22 persen LEL. 2 meter hasilnya 24 persen dan 1 meter jaraknya 27 persen.
"Mudah terbakar. Jangan diperbolehkan merokok di sini," pungkasnya.
Selain mendeteksi dengan menggunakan gas detektor, pihaknya juga mengambil sampel dari cairan semburan.
(bdh/bdh)











































