Kapolda Jatim, Irjen Pol Hadiatmoko menjelaskan, tanah dan rumah yang digunakan sebagai pesantren itu sedianya adalah milik warga Blitar yang dihibahkan kepada pimpinan pesantren, Nasiruddin Ahmad, asal Sukoharjo Jawa Tengah. Namun, pihaknya enggan menyebutkan siapa penghibah tanah itu.
"Pesantren berdiri di sini karena ada hibah rumah dan tanah dari warga Blitar. Mohon maaf, inisialnya belum bisa kita sebutkan," ungkap Hadiatmoko di lokasi, Selasa (13/11/2012).
Apakah antara warga Blitar dan Nasiruddin Ahmad ini ada kaitannya dengan Abu Bakar Baasyir, pengasuh Ponpes Al Mukmin, Ngruki Sukoharjo Jawa Tengah? Sekali lagi Hadiatmoko masih mendalaminya.
"Ada dan tidak ada kaitannya masih kita periksa," ujar mantan Kapolda Bali ini,
Sebelumnya, 49 orang mengatasnamakan kelompok Gabungan Masyarakat Islam (Gamis), ditangkap polisi di Desa Kepuh, Kecamatan Kertosono Nganjuk. Dari tangan mereka, polisi mengamankan sejumlah senjata api rakitan.
Warga Desa Kepuh Kecamatan Kertosono Nganjuk, sejak 2 tahun lalu merasa tak nyaman dengan keberadaan anggota Gamis di kampungnya. Selain ajarannya beda, warga sering melihat mereka melakukan pelatihan menyerupai militer di belakang rumah kontrakan yang belakangan disebut Pesantren Darul Akhfiyah.
(fat/fat)










































