"Saat melewati perlintasan, mobil itu tiba-tiba berhenti. Kebetulan saat itu ada kereta melintas. Dan tertabraklah mobil itu," kata Rosidah, salah satu saksi mata kepada detiksurabaya.com, Selasa (13/11/2012).
Avanza itu dikemudikan oleh Markadi, seorang pensiunan TNI AL. Markadi saat itu berjalan dari Desa Tenggulunan menuju jalan raya. Markadi menjalankan mobil bersama iring-iringan kendaraan lain di samping dan depannya.
Markadi tidak sadar jika ada kereta yang hendak melintas karena iring-iringan itu juga tetap melintas. Sialnya, saat melintas di atas rel, mobilnya berhenti. Markadi yang semobil bersama cucunya, Eka (5), tak sempat menyelamtakan diri karena kereta sudah dekat.
Kereta Penataran jurusan Blitar - Surabaya itu langsung menerjang mobil warna silver itu. Mobil tersebut langsung terpental sejauh 10 meter. Mobil pun rusak berat setelah diterjang kereta. Mengetahui ada mobil tertabrak kereta, warga langsung langsung mendatangi mobil yang ditabrak.
Mengetahui korban masih selamat, warga langsung membawa keduanya ke RSUD Sidoarjo.Kejadian itu membuat Eka mengalami luka pada kepala dan harus dijahit 4 kali serta kaki kanan patah. Sedangkan Markadi, warga Sidokare Indah itu mengalami luka pada kepala memar sebelah kanan dan patah kaki kiri.
(iwd/iwd)











































