"Setelah berkoordinasi dengan Polres Nganjuk dan Muspida setempat, para santri diamankan," kata Hadiatmoko saat meinjau lokasi di Desa Kepuh Kecamatan Kertosono, Selasa (13/11/2012).
Pesantren ini sangat tertutup untuk umum. Bahkan, pihak kelurahan yang hendak melakukan tugas, dilarang masuk. "Siapa saja tak diperbolehkan masuk ke pesantren ini," ujarnya.
Selain itu, warga juga menganggap mereka adalah kelompok teroris. Maka dari itu, warga nampaknya akan mengusir mereka dengan cara kekerasan dan main hakim sendiri. Untuk menghidari konflik horisontal, polisi mengamankan mereka.
"Agar tak ada konflik, para santri diamankan," ujarnya.
Saat disinggung apakah kelompok Gamis di Nganjuk ini ada kaitannya dengan serangkaian penangkapan teroris, Hadiatmoko masih belum bisa menjawabnya. Pihak masih melakukan pengembangan.
"Masih diselidiki. Kita tak bisa memvonis mereka itu kelompok teroris begitu saja," pungkasnya.
(fat/fat)











































