"Mewakili Perhutani, saya meminta maaf atas kasus ini jika memang dilakukan oleh KPH Madiun" kata Yahya Amin seknit dan kepatuhan Perum Perhutani Unit II Jawa Timur saat dihubungi detiksurabaya.com , Senin (12/11/2012).
Yahya juga menjelaskan bahwa pihak Perum Perhutani Unit II Jawa Timur hingga saat ini belum menerima laporan terkait tuduhan wartawan yang ikut membakar hutan.
"Sampai sekarang belum ada laporan dari Pak Istiono maupun surat resmi dari KPH Madiun terkait tuduhan tersebut," tambah Yahya.
Untuk meluruskan kesalahpahaman ini, kata Yahya, pihak Perum Perhutani Unit II Jawa Timur akan melakukan rapat dengan jajaran Perhutani di Karesidenan Madiun.
"Kami akan menggelar rapat dengan jajaran KPH Madiun termasuk KPH disekitarnya seperti KPH Saradan, KPH Ngawi dan lainnya. Rapat akan dijadwalkan secepatnya." tandas Yahya.
(iwd/iwd)











































