Rumah pasutri itu memang mengalami kerusakan terparah. Rumah semi permanen berbahan papan kayu di Desa Tlogosari itu ambruk hingga nyaris rata dengan tanah akibat amukan puting beliung. Sementara di Desa Kalirejo, satu rumah rusah berat tertimpa pohon tumbang dan 11 lainnya mengalami kerusakan bagian atap. Genteng dan seng rumah banyak beterbangan saat angin puting beliung menghempas kawasan tersebut.
"Sesuai laporan ada 13 rumah yang rusak, rinciannya 1 rusak total, 1 rusak berat, dan 11 mengalami rusak ringan di bagian atap," kata Sekretaris BPBD Situbondo, Yahya Maziun kepada detikSurabaya.com, Minggu (11/11/2012).
Angin puting beliung yang menyapu Kecamatan Sumbermalang, membuat warga panik. Warga yang ketakutan langsung semburat berlarian keluar rumah saat hempasan angin kencang itu mulai menerpa wilayah tersebut. Hembusan angin kencang yang datang dari arah perbukitan di sisi selatan itu berlangsung cukup cepat.
"Kalau angin sebentar, seperti cuma lewat. Mungkin tidak sampai satu menit, pak. Tapi kencang sekali sampai bunyinya itu seperti bunyi knalpot mobil yang bocor. Makanya rumah saya sampai roboh. Setelah anginnya lewat langsung hujan deras," ujar Broto Seno.
Sadar puting beliung menerpa rumahnya, Broto Seno dan lima anggota keluarganya yang menghuni rumah itu mengaku langsung lari keluar rumah. Benar saja, dalam hitungan detik rumah berbahan papan kayu itu roboh. Sayang, istrinya Hamini yang lari belakangan masih terkena atap bagian depan rumahnya yang ambruk. Meski tidak parah, wanita ini menderita sejumlah luka lecet di tubuhnya.
"Semalam kami langsung menurunkan bantuan darurat bahan-bahan logistik ke lokasi bencana. Bapak bupati juga ikut terjun langsung dan menyerahkan bantuan," pungkas Yahya Maziun.
(iwd/iwd)











































