Puluhan personrl Polres Lumajang, Sabtu (10/11/2012) pagi, berkumpul di halaman Mapolres Jalan Alun-Alun Utara. Tidak hanya bintara saja yang mengenakan seragam pejuang plus wajah di coreng-moreng, tapi perwira pun juga berpakaian sama.
Kapolres Lumajang AKBP Susanto dan Wakapolres Kompol Andy Arisandi juga mengenakan dress code pejuang ala tentara pelajar.
"Seluruh personel bahkan berboncengan dengan polwan yang mengenakan seragam perawat menyapa masyarakat untuk membangkitkan semangat nasionalisme, patriotisme dan kepahlawanan," kata Wakapolres Lumajang Kompol Andy Arisandi.
Dalam aksi konvoi ini berlangsung menarik dan menjadi perhatian masyarakat. Para polisi menggenjot sepeda kumbang tempo dulu dan terus menyanyikan lagu-lagu perjuangan serta meneriakkan yel-yel perjuangan kepada masyarakat.
Kontan saja, masyarakat memberikan perhatian tersendiri dengan aksi yang dilakukan para abdi Bhayangkara ini. "Ya inilah yang bisa kita lakukan, karena semangat nasionalisme, patriotisme harus terus kita tanam dijiwa sanubari kami sendiri sebagai Abdi Bhayangkara," papar Perwira Menengah (Pamen) mantan Kasat Reskrim Surabaya Utara ini.
Selanjutnya, setelah aksi konvoi sepeda berakhir, seluruh personel pun berkumpul di halaman Mapolres Lumajang untuk mendengarkan dongeng dari para Veteran Perjuangan dan Warakawuri tentang aksi-aksi dan kisah heroik perjuangan dulu. Kegiatan ini diikuti seluruh personel Polres Lumajang dan Polsek serrta Kodim 0821 Lumajang.
Di sana, para Veteran mendongengkan kisah kepahlawanan dari serangkaian pertempuran yang terjadi di Lumajang. Diantaranya yang melibatkan sejumlah pahlawan Lumajang, Kapten Suwandak, Mayor Kamari Sampurno Kyai Ilyas dan masih banyak pahlawan lainnya dalam berbagai perang gerilya mengusir penjajah Belanda maupun Jepang di Kota Pisang ini.
"Apa yang dikisahkan oleh para Veteran Perjuangan dan Warakawuri ini, tentunya menjadi nilai yang sangat bermakna bagi kami. Dongeng yang dikisahkan tentang bagaimna perjuangan dan pertempuran mengusir penjajah dulu, tentunya hal yang sangat luar biasa untuk kami ingat. Jasa besar itulah yang menjadi nilai bermakna sebagai pegangan bagi kami untuk bisa meneruskan perjuangan beliau-beliau ini," pungkas Wakapolres Lumajang Kompol Andy Arisandi.
(bdh/bdh)











































