Dari pengamatan detiksurabaya.com, aksi penembakan gas air mata yang dilakukan petugas berawal ketika ratusan kepolisian dari Polres Sidoarjo berusaha meredam aksi tawuran. Namun mendapat perlawanan warga dengan melempari petugas dengan batu dan molotov.
"Mundur...mundur...bubar, pulang ke rumah," teriak salah seorang petugas sambil berlindung dibalik tameng, Sabtu (10/11/2012).
Karena situasi terus memanas, pihak kepolisian terpaksa menembakkan berulang kali ke udara untuk membubarkan warga dan tidak lagi melempari petugas. Tak hanya itu petugas juga menembakkan gas air mata ke arah warga Tambak Rejo.
Hal ini disebabkan petugas merasa terdesak akibat terus dilempari batu dan molotov.
Namun upaya petugas yang menembak ke udara tidak berhasil membuat Kapolres Sidoarjo, AKBP Marjuki mendatangkan 4 SSK Sat Brimob Polda Jatim. Upaya ini tak juga membuat warga mundur, melainkan makin beringas melakukan pelemparan batu ke arah petugas Brimob.
Sedangkan warga Tambak Sawah yang sebelumnya terlibat tawuran dengan warga Tambak Rejo terpantau kondusif. Namun masih tetap berjaga-jaga sambil membawa senjata pentungan.
(ze/ze)










































