Napak Tilas Rute Gerilya Sudirman Sebagai Peringatan Hari Pahlawan

Napak Tilas Rute Gerilya Sudirman Sebagai Peringatan Hari Pahlawan

Purwo S - detikNews
Jumat, 09 Nov 2012 13:57 WIB
Napak Tilas Rute Gerilya Sudirman Sebagai Peringatan Hari Pahlawan
Pacitan - Napak Tilas Rute Gerilya Panglima Besar Jenderal Sudirman menjadi kegiatan memperingati Hari Pahlawan. Iring-iringan yang terdiri dari ribuan warga diberangkatkan Bupati Pacitan Indartato di Desa Klepu, Sudimoro dengan melepas peserta pembawa tandu yang merupakan simbolisasi Tandu Sudirman.

Setelah menempuh jarak 75 kilometer melintasi medan pegunungan terjal, peserta dijadwalkan tiba di finish Desa Pakisbaru, Nawangan pada Sabtu (10/11/2012) siang. Di garish finish, kegiatan dirangkaikan dengan upacara bendera Hari Pahlawan.

"Kegiatan semacam ini penting untuk memupuk semangat nasionalisme dan kepahlawanan," ujar Indartato kepada detiksurabaya.com usai pemberangkatan, Jumat (9/11/2012).

Pemberangkatan napak tilas dilakukan serentak di 6 wilayah kecamatan yang dilalui rute gerilya yakni Sudimoro, Ngadirojo, Tulakan, Tegalombo, Bandar, dan Nawangan. Sementara gerak jalan dilakukan secara estafet dengan masing-masing etape sejauh 2 kilometer.

"Ini semua merupakan inisiatif masyarakat dengan biaya seluruhnya juga dari mereka sendiri," kata Moh. Sigit Widiyanto, salah satu panitia.

Meski tidak diperlombakan dan tanpa hadiah, namun para peserta cukup antusias mengikuti napak tilas. Bukan hanya siswa SMP dan SMA, masyarakat umum pun cukup banyak yang ambil bagian. Selain itu, tampak juga anggota sejumlah perguruan bela diri berada diantara iring-iringan peserta.

Untuk diketahui, Pacitan memiliki sejumlah situs sejarah perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman selama memimpin gerilya melawan penjajah. Di daerah ini pula Sudirman pernah tinggal di rumah penduduk yang digunakan sebagai markas selama 3 bulan.

Bangunan kuno yang terletak di Dusun Sobo, Desa Pakisbaru, Nawangan saat ini menjadi salah satu obyek wisata sejarah yang banyak dikunjungi. Sementara di puncak Bukit Gandrung tak jauh dari rumah bekas markas gerilya berdiri kokoh patung perunggu Jenderal Sudirman.

"Tentu tidak berlebihan jika Pacitan mendapat gelar Kota Gerilya. Saya setuju,'' tandas Indartato.

(iwd/iwd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini