Jagal Ngambek, Daging Sapi Langka Di Pasar

Jagal Ngambek, Daging Sapi Langka Di Pasar

- detikNews
Kamis, 08 Nov 2012 14:11 WIB
Malang - Harga daging yang tak juga beranjak naik membuat tukang potong (jagal) sapi di Kota Malang mogok. Akibatnya, stok daging di sejumlah pasar menjadi langka.

Seperti yang terlihat di Pasar Besar Malang. Banyak pedagang yang memutuskan tak berjualan daging hari ini karena tidak adanya pasokan daging dari Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang.

"Khusus hari ini tidak ada daging baru, kami terpaksa jual daging sisa jualan kemarin," terang Diah Sulastri salah satu penjual daging di Pasar Besar Malang, Jalan Pasar Besar, Kamis (8/11/2012).

Diah mengaku, harga daging kini sebesar Rp 70 ribu per kilogramnya dan untuk kelas super mencapai Rp 72 ribu per kilogram.

"Kami terpaksa akan menutup lapak jika stok daging tidak ada," keluh Diah.

Hal senada juga disampaikan Aisyah, penjual daging lainnya, permintaan daging sapi tinggi sejak dua pekan terakhir karena bulan ini banyak masyarakat menggelar pesta pernikahan. Namun, dirinya terpaksa gigit jari karena pasokan daging dari jagal sapi terhenti.

"Jagal sapi minta harga daging naik Karena tak terwujud mereka mogok. Kami jadi serba salah," ujar Aisyah.

Aisyah menjelaskan, padahal harga daging dari jagal sebelumnya sudah mengalami kenaikan dari Rp 66 ribu menjadi Rp 70 ribu per kilogramnya. Diah, Aisyah, dan para penjual daging lain berharap, pasokan daging sapi kembali normal dengan para jagal menghentikan aksi mogoknya.

Seperti diketahui, jagal sapi biasa memotong di RPH Kota Malang melakukan aksi mogok sejak beberapa hari ini. Hal itu dikarenakan kenaikan harga sapi di pasaran yang tidak diiringi dengan kenaikan harga jual daging sapi, sehingga membuat jagal sapi kesulitan untuk mencari sapi.

Ketua Himpunan Pengusaha Muslim Indonesia (HPMI) Seksi Jagal Kota Malang Abu Hasan menegaskan, harga sapi hidup di pasaran sudah naik menjadi Rp 33 ribu per kilogramnya. Padahal, biasanya maksimal mencapai Rp 27 ribu per kilogram.

"Harga sapi hidup dengan daging yang dijual tidak berimbang, kami merugi," tukas Abu.

(iwd/iwd)
Berita Terkait