Sambil terus menodongkan senjatanya ke arah Sahur (42) dan Jami (35), pelaku yang diperkirakan 10 orang itu berhasil menjarah sejumlah barang berharga. Di antaranya satu unit sepeda motor Yamaha Vixion dan sejumlah uang tunai. Tak hanya itu, perhiasan emas berupa kalung dan gelang seberat 21 gram yang sedang dipakai oleh Jami juga ikut dipreteli secara paksa. Usai melancarkan aksinya, perampok kabur menggunakan sebuah mobil jenis Avanza/Xenia nopol P xxxx TB.
"Baru tiga hari ini korban selesai menggelar hajatan dengan mengundang hiburan ludruk. Mungkin karena diperkirakan masih banyak uangnya jadi sasaran perampok. Saat ini anggota di lapangan masih terus melakukan pengejaran," kata Kapolsek Jangkar AKP H Mardjuki, Kamis (8/11/2012).
Keterangan yang dihimpun detikSurabaya.com, aksi perampokan di rumah pasutri Sahur - Jami itu terjadi Kamis (8/11/2012) sekitar pukul 03.00 dini hari. Saat itu, semua penghuni rumah sedang lelap tidur. Pelaku diperkirakan menerobos masuk ke dalam rumah melalui jendela ruang tamu. Begitu masuk rumah, kawanan perampok langsung menuju kamar tempat Sahur dan istrinya si Jami tidur.
Saat itu, pasutri ini sempat terbangun namun tidak bisa berkutik lagi karena sejumlah perampok sudah berada di samping tempat tidurnya. Pelaku langsung menodongkan celurit dan pedangnya ke arah Sahur dan Jami sambil terus mengancam akan membunuh jika keduanya berbuat macam-macam.
Saat korban dalam keadaan tidak berdaya itulah, pelaku dengan leluasa menguras sejumlah barang berharga dalam rumah. Termasuk gelang dan kalung emas yang sedang dikenakan oleh Jami juga ikutan dirampas. Total kerugiannya ditaksir mencapai Rp 31 juta.
"Karena ketakutan korban akhirnya menyerahkan saja barang yang diminta pelaku. Selain perhiasan, termasuk juga uang Rp 1,3 juta dalam lemari dan kunci kontak Yamaha Vixion," ujar mantan Kasubbag Humas Polres Situbondo itu.
Usai beraksi pelaku langsung ngacir menggunakan mobil sejenis Avanza/Xenia. Saat itulah si pasutri ini konon sempat mengintip nomor polisi mobil yang digunakan kawanan perampok tersebut.
"Anggota masih terus bekerja untuk mengungkap pelaku curas (pencurian dengan kekerasan) ini. Mudah-mudahan saja segera ada hasil yang signifikan," pungkas AKP H Mardjuki.
(bdh/bdh)











































