Beruntung, sopirnya Erik Ferdian, warga Jalan Garuda, Desa/Kecamatan Besuki, lolos dari maut. Namun, pria 27 tahun itu tetap harus dilarikan ke IGD RSU dr Abdoer Rahem Situbondo karena mengalami sejumlah luka bakar serius di tubuhnya. Erick ikut terbakar saat berusaha menurunkan tabung gas elpiji dari dalam mobilnya yang sudah terbakar.
"Untungnya waktu mobil terbakar sopirnya langsung turun. Sopir terbakar karena berusaha menyelamatkan tabung elpiji dalam mobilnya," kata saksi mata, Samhari, Selasa (6/11/2012) dini hari.
Dibantu warga, empat buah tabung gas elpiji ukuran 12 Kg dan sejumlah tabung gas berisi 3 Kg berhasil dievakuasi dari dalam mobil dan dibuang ke area parit tepi jalan sehingga tidak menimbulkan ledakan lebih dahsyat. Namun, api yang terus membesar tetap meludeskan mobil warna biru tersebut.
"Tabung elpijinya sudah banyak yang diturunkan. Kurang tahu di dalam apa masih ada gas elpijinya atau tidak. Karena tadi apinya langsung besar, jadi warga tidak berani mendekat lagi. Waktu api padam polisi melarang warga mendekat ke mobil karena khawatir masih ada barang berbahaya," timpal Udin, warga lainnya.
Dari informasi yang dihimpun detikSurabaya.com, peristiwa terbakaranya mobil Suzuki Carry itu terjadi saat Erik Ferdian yang pengusaha toko kelontong itu bermaksud mengantar dagangan gas elpijinya ke sebuah Rumah Makan, Senin (5/11/2012) malam.
Namun saat melintas di jalan raya depan lapangan Desa Ketah, Kecamatan Suboh, mobilnya tiba-tiba mogok sehingga dia langsung menepikannya ke pinggir jalan. Erik sempat membetulkan mobilnya, sebelum akhirnya naik ke jok kemudinya lagi.
Selanjutnya dia mencoba menyalakan mesin mobilnya. Ketika mesin dihidupkan itulah, tiba-tiba muncul percikan api di bagian belakang mobil. Saat bersamaan diduga ada salah satu tabung gas elpiji muatannya yang bocor hingga langsung terjadi kebakaran yang konon juga disertai ledakan.
Mengetahui kendaraannya terbakar, Erik langsung melompat turun. Sambil berteriak minta tolong, dia sempat berusaha menyelamatkan sejumlah tabung gas elpiji dari dalam mobilnya. Sayang, usaha itu membuat Erik jadi ikutan terbakar.
"Luka bakarnya sekitar 15 persen. Di antaranya di bagian kaki dan tangan," papar dr Suparno, seorang dokter di IGD RSU dr Abdoer Rahem Situbondo.
Meski tidak menimbulkan kemacetan, peristiwa itu sempat menyita perhatian pengguna jalan raya setempat. Polisi sendiri masih menyelidiki penyebab terbakarnya mobil tersebut, apakah karena korsleting kabel pada mobil atau ada gas elipiji yang bocor.
""Infonya ada salah satu tabung elpiji yang bocor. Tapi kepastiannya masih dalam penyelidikan polisi," tukas Kasubbag Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi.
(iwd/iwd)











































