Tanggul Penahan Lumpur Lapindo Kritis

Tanggul Penahan Lumpur Lapindo Kritis

Suparno - detikNews
Kamis, 01 Nov 2012 12:56 WIB
Tanggul Penahan Lumpur Lapindo Kritis
Sidoarjo - Kondisi tanggul penahan lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo saat ini kritis. Permukaan air lumpur saat ini sekitar 50 cm hingga 1 meter, dan nyaris sejajar dengan bibir tanggul. Jika memasuki musim penghujan bisa membahayakan jalan raya dan jalur kereta api.

Dari pantauan detiksurabaya.com, tanggul yang kondisinya kritis diantaranya di Desa Mindi, Jatirejo, Siring. Di Desa Jatirejo, permukaan lumpurnya sudah mendekati bibir tanggul, jaraknya sekitar 50 centimeter. Sedangkan di Desa Mindi yang menjadi kolam penampungan air, permukaannya juga meningkat dan jaraknya sekitar 1 meter dari bibir tanggul.

"Memang ada beberapa titik tanggul yang kondisinya kritis," ujar staf Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Hengki Listria Adi kepada detiksurabaya.com, Kamis (1/11/2012).

Hengki menerangkan, di titik 33 sampai 29 di di Desa Mindi, permukaan airnya sangat mengkhawatirkan. Sedangkan di titik 29 sampai titik 21 di Desa Jatirejo, permukaan lumpurnya juga meningkat dan mendekati bibir tanggul.

Meski kondisinya mengkhawatirkan, BPLS tidak bisa berbuat apa-apa, karena sementara ini tidak diizinkan untuk melaksanakan kegiatan seperti memperkuat tanggul.

"Kalau memang BPLS ini tidak diizinkan mengadakan kegiatan sehari-hari seperti menguras lumpur, kondisinya akan sangat membahayakan, terutama rel kereta api dan Jl Raya Porong lama," jelasnya.

Di tempat terpisah, Kapolsek Porong Kompol Edi Siswanto mengatakan, jajaran Polres Sidoarjo sudah melihat perkembangan dan kondisi terakhir tanggul lumpur. Edi mengatakan, apabila musim hujan, tidak menutup kemungkinan permukaan air atau lumpur bisa meluber dan mengancam warga, terutama di Desa Mindi yang masih ada 1.500 KK.

"Kita sudah merencanakan pengaturan jalannya evakuasi warga. Apabila terjadi bencana luberan itu, kita akan menyiapkan tenda tempat penampungan untuk pengungsi di halaman dan di jalan Terminal Porong," ujar Edi.

(roi/bdh)
Berita Terkait