Karyawan Indomaret Minta Maaf ke Keluarga Serda Dwi

Karyawan Indomaret Minta Maaf ke Keluarga Serda Dwi

Rois Jajeli - detikNews
Rabu, 31 Okt 2012 16:34 WIB
Surabaya - Muh Dedi Setiawan karyawan Indomaret Laban, Menganti, Gresik, menyampaikan permohonan maaf ke keluarga Serda Dwi Widarto. Pemuda asal Nganjuk ini mengaku tidak sengaja dan berusaha membela diri saat oknum TNI AL itu hendak merampok tempatnya bekerja.

"Saya mohon maaf ke keluarganya. Itu perampok siapa saya nggak tahu. Saya tidak ada unsur kesengajaan (merebut pistol pelaku dan menembaknya hingga tewas). Saya hanya membela diri dan reflek," ujar Dedi kepada wartawan di kantor kuasa hukum Indomaret, M Sholeh di Surabaya, Rabu (31/10/2012).

Dedi yang juga didampingi General Affair Indomaret Surabaya, Adi Gunawan ini menceritakan kronologis kejadian hingga tewasnya perampok.

Pasca kejadian perampokan itu, Dedi langsung dibawa ke Mapolsek Menganti dan bermalam di Mapolres Gresik, untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Dedi di Mapolres Gresik hingga pukul 15.00 wib.

"Saya tahu orang yang mau merampok adalah anggota TNI AL sekitar pagi hari. Saya langsung teringat, dia mempunya keluarga, istri dan anak. Karena itu, saya mempunyai keinginan menyampaikan permohonaan maaf," tutur alumnus SMA Negeri 1 Nganjuk ini.

Dedi yang bekerja di Indomaret sejak setahun lebih dan statusnya pegawai kontrak ini, tidak akan melupakan kejadian yang akan tercatat dalam sejarah hidupnya.

Meski mempunyai ilmu beladiri pencak silat, Dedi juga mengaku ketakutan dan trauma. Bahkan, setelah pulang dari Mapolres Gresik, Dedi sempat tidur sekitar 1-2 jam. Ketika bangun, Dedi masih teringat kejadian yang tidak pernah terpikirkan dalam hidupnya.

"Ya pasti takut dan trauma mas," ujarnya.

Untuk menghilangkan trauma itu, Dedi tidak masuk kerja dan manajemen juga memberikan waktu libur Dedi. Selain itu, Dedi meminta manajamen untuk tidak ditempatkan lagi di Indomaret Laban, Menganti.

"Saya minta nggak ditempatkan di situ lagi," jelasnya.

Sementara itu, General Affair Indomaret Surabaya Adi Gunawan, akan mempertimbangkan permintaan Dedi. "Atasannya Dedi akan mempertimbangkan hal itu," katanya.

Selain mendapatkan pengawasan penjagaan dari kepolisian di Gresik, pihak manajemen juga 'mengamankan' Dedi dengan memindah tempat kosnya.

"Mohon maaf kami tidak bisa menjelaskan di mana tempat kosnya yang baru," jelasnya, sambil menambahkan, pihak Indomaret akan memberikan reward atas keberanian Dedi melawan perampok.

Seperti diberitakan sebelumnya, Serda Dwi Widarto oknum TNI AL yang dinas di KRI dr Soeharso 990 Satban Koarmatim Lantamal V Surabaya berusaha merampok di Indomaret, Laban, Menganti, Gresik.

Namun, aksi perampokan bintara asal Jakarta yang tinggal di digagalkan dan ditembak Dedi dari pistol jenis revolver yang direbut dari tangan Serda Dwi.

Pistol yang digunakan untuk merampok di Indomaret memiliki nomor seri yang identik dengan pistol milik anggota Polantas Briptu Nyartam, yang senjatanya dirampasnya saat bertugas di Pos Lantas Margomulyo, Surabaya, pada Senin (16/7/2012) sekitar pukul 23.30 wib.

(bdh/bdh)
Berita Terkait