"Suara gemuruh disertai getaran, dirasakan terutama oleh warga dusun Gayasan. Getarannya tadi malam dan tadi pagi. Tapi yang sangat terasa tadi malam. Saya sudah mendapat laporan dari kepala dusunnya,” kata salah seorang perangkat Desa Gunung Malang Imam Sutaji kepada detiksurabaya.com, Rabu (31/10/2012).
Gemuruh diikuti getaran itu membuat warga dusun Gayasan sempat panik. Bahkan sebagian besar dari mereka, kini sudah bersiap mengungsi keluar dari kawasan hutan.
“Sebagian malah ada yang sudah turun dan keluar dari hutan, untuk melakukan pemantauan dan berjaga – jaga,” sambung Imam.
Sebagian kawasan desa Gunung Malang, kata Imam, juga sempat terkena hujan abu vulkanik yang keluar dari kawah gunung Raung. “Tidak semuanya, sebagian saja. Mungkin yang berada di sebelah timur. Itu merupakan kawasan hutan yang memang dekat dengan gunung Raung,” jelas Imam.
Situasi itu, lanjut Imam Sutaji, membuat sejumlah perangkat desa lebih meningkatkan kewaspadaan. “Kita sudah diinstruksikan oleh pak Kades untuk waspada dan berjaga – jaga. Pak Kades sendiri sepanjang tadi malam tidak tidur memantau perkembangan situasi, terutama warga di sekitar gunung Raung,” lanjut Imam.
Imam Sutaji menambahkan, di Gunung Malang, ada tiga dusun yang lokasinya berdekatan dengan gunung Raung, yakni Dusun Gayasan, Paleran dan Ajung Babi. “Jumlah total penduduknya ada sekitar 3 ribuan. Saat ini mereka terus siaga, dan bersiap mengungsi kalau memang gunung Raung benar-benar meletus,” kata Imam.
Imam juga memastikan bahwa perangkat desa Gunung Malang sudah siap jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat. Masing – masing perangkat desa sudah standby di masing – masing dusun untuk melakukan langkah antisipasi. "Sejumlah kendaraan sudah disiapkan di kantor desa, jika sewaktu – waktu dibutuhkan untuk proses evakuasi,” pungkas Imam.
(iwd/iwd)










































