Dua alat tersebut dipasang di ketinggian 8 kilometer dari puncak Gunung Raung. Masing-masing dipasang di sebelah Barat dan Tenggara. Seismograf Broadband berfungsi untuk merekam kegempaan yang online ke kantor PVMBG Pusat di Bandung.
"Sedangkan GPS untuk mengukur tekanan di dalam gunung," jelas Kepala Subbidang Pengamatan Gunung Berapi Wilayah Barat (PVMBG), Hendra Gunawan, pada wartawan, Senin (29/10/2012).
PVMBG melaporkan, aktivitas gunung dengan tinggi 3.332 mdpl tersebut semakin meningkat. Sejak pukul 10.00 Wib hari ini, gempa tremor terus meningkat. Panjangnya lebih dari 32 milimeter. Atau dengan kata lain gempa overscale.
Sedangkan petugas Pos Pemantau Gunung Api Ijen juga melaporkan melihat semburan asap hitam dari puncak Gunung Raung setinggi 100 meter. Masyarakat diimbau agar tidak panik namun tetap waspada.
Aktivitas vulkanik Gunung Raung mulai meningkat sejak 17 Oktober 2012. Sehari kemudian statusnya dinaikan dari normal menjadi waspada. Namun statusnya ditingkatkan lagi menjadi siaga pada 22 Oktober 2012.
(bdh/bdh)










































