"Sebelum ke RSAL jenazah pelaku kami bawa ke kamar mayat RSUD Ibnu Sina," kata AKP M Nur Hidayat saat dihubungi detiksurabaya.com, Senin (29/10/2012).
Kasat Reskrim Polres Gresik itu mengatakan, di RSAL lah polisi akan meminta hasil visum. Apakah peluru yang menembak pelipis Dwi bersarang ataukah tembus ? Hidayat belum bisa memastikan.
"Saya tidak tahu. Setelah divisum mungkin bisa diketahui hasilnya," tambah Hidayat.
Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, AKP Agung Pribadi, yang sempat ke lokasi kejadian mengatakan bahwa diduga peluru yang menembus pelipis Dwi bersarang di kepalanya. Itu bisa dilihat dari adanya benjolan di kepala Dwi bagian bagian belakang. Benjolan itu mungkin saja berasal dari peluru yang hendak keluar.
"Peluru itu menembus 1 cm di atas alis kanan dan menembus kepala. Peluru itu sepertinya bersarang di tempurung kepala dan tak bisa keluar tapi menimbulkan benjolan di kepala bagian belakang," ujar Agung.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang perampok tewas setelah tertembak pistolnya sendiri saat mencoba merampok mini market Indomaret di Jalan Laban, Menganti. Pelaku tertembak setelah bergumul dengan Dedy, karyawan Indomaret yang mencoba merebut pistolnya. Pelaku meninggalkan motor Honda Supra 125 warna hitam putih nopol W 2587 FL.
Dari identitas yang ditemukan di dompet pelaku, diketahui jika pelaku adalah anggota TNI AL bernama Dwi Widarto, warga Wisma Sidojangkung Indah Blok H/1, Menganti, Gresik. Sehari-hari, Dwi yang berpangkat Sersan Dua (Serda) itu berdinas sebagai anggota KRI SHS 990 Satban Koarmatim lantamal V Surabaya.
(iwd/iwd)











































