Menurut Mochtar (51) ketua RT 19 RW 04, Agus selama ini dikenal warga setempat sebagai pengusaha mebel. Selain itu, Agus merupakan lelaki yang pendiam dan taat beribadah,
"Setiap hari tekun beribadah ke masjid. Orangnya juga tak banyak bicara namun sangat sopan pada semua orang. Tak terlalu aktif pada kegiatan sosial, tapi bukan orang tertutup," ujar Mochtar.
Hal senada juga diungkapkan Wawan (27), salah satu pekerja di perusahaan mebel milik Agus Anton Figian. Dia tak percaya kalau majikannya terlibat terorisme.
"Orangnya baik dan menghargai karyawan. Alim dan tak banyak bicara, jadi tak percaya kalau terlibat terorisme," ujar Wawan saat ditemui detiksurabaya.com di tempatnya bekerja, Sabtu (27/10/2012).
Agus Anton Figian yang ditangkap Densus 88 karena diduga sebagai perakit bom dan penyandang dana aksi terorisme ini dikenal sebagai kepala keluarga yang baik serta bertanggungjawab.
"Sejak menikah dengan Rahayu Ningsih, Agus merupakan suami yang sayang istri dan empat anaknya. Belum pernah saya, dengar Agus menyakiti mereka," kata bibi terduga teroris, Sulami (60).
Dari pengamatan detiksurabaya.com, pikul 15.00 WIB, rumah Agus Anton Figian tengah disisir dan digeledah oleh anggota kepolisian dari Polres Madiun, serta Densus 88 guna mencari barang bukti terkait kasus yang menimpa pria kelahiran Jember itu.
(bdh/bdh)











































