Selain dipasangi police line, anggota polisi bersenjata lengkap terlihat menjaga ketat rumah yang diduga telah dikontrak oleh Agus Anton Figian, Sabtu (27/10/2012) siang.
Menurut Hendra (40) warga setempat, rumah berwarna abu-abu dengan nomor 3 B tersebut seringkali dikunjungi oleh orang tak dikenal yang biasanya berkunjung pada malam hari.
"Saya tak terlalu kenal sama pemilik rumah, tapi kalau malam hari sering dikunjungi banyak tamu. Ketika saya tanya, pemilik kontrakan bilang anggota keluarganya," ujar Hendra.
Hendra mengaku kaget saat mengetahui jika penghuni rumah tersebut ditangkap Densus 88. "Saya kaget dengan kejadian ini, tak menyangka rumah tetangga sebelah dipakai untuk aktivitas terorisme," imbuh Hendra saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya yang ikut dipasangi garis polisi.
Hingga saat ini pihak berwajib belum bisa dimintai keterangan terkait kasus tersebut. Namun sejumlah anggota Densus 88 berpakaian preman terlihat berada tak jauh di sekitar lokasi.
(bdh/bdh)











































