Salah seorang rekan korban Siswoto menceritakan, sebelum kejadian, seperti biasanya korban menggali pasir di areal tanah berpasir di Dusun Rowo, Desa Mrawan. Karena sering digali, di tempat itu kedalamannya mencapai sekitar dua meter. "Sedangkan di kanan kiri lubang galian itu adalah tebing cadas," kata Siswoto ditemui detiksurabaya.com, Kamis (25/10/2012) siang.
Dalamnya galian itu rupanya membuat tebing retak dan rawan longsor. Namun saat itu korban tak menyadarinya. "Memang galiannya sudah cukup dalam. Tapi karena pasirnya bagus, ya tetap digali. Rupanya akibat terus digali itu, ada tebing yang retak, dan tadi sempat longsor," kenang Siswoto.
Naasnya, bongkahan batu tebing yang longsor itu langsung menimpa tubuh korban yang kala itu sedang asyik menggali pasir. "Saya dan teman-teman kaget dan langsung berusaha menolong. Tetapi bongkahan batunya sangat besar. Kami perkirakan beratnya mencapai setengah ton," kata Siswoto.
Dengan dibantu warga, akhirnya batu yang menghimpit tubuh korban bisa diangkat. Korban pun sempat dibawa pulang. "Saat itu kondisinya masih hidup. Setelah sampai rumah, kemudian kita bawa ke puskesmas. Tetapi meninggal dalam perjalanan," terang Siswoto.
Siswoto menambahkan, peristiwa itu bukan pertama kalinya terjadi. Sebelumnya sudah dua kali tebing tempat para penambang menggali pasir itu longsor. "Tapi tidak menimbulkan korban jiwa. Penambang juga tetap melakukan penggalian pasir di sana karena memang tak ada pekerjaan lagi," ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Mayang AKP Heri Wahyono saat dikonfirmasi membenarka adanya peristiwa tersebut. Pihaknya sudah membawa korban ke puskesmas untuk dimintakan visum. "Jadi memang murni kecelakaan. Setelah divisum, jenazah korban kita serahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan," tegas Heri.
(bdh/bdh)











































