Gunung Raung Siaga, Pencari Burung Sempat Dengar Suara Gemuruh

Gunung Raung Siaga, Pencari Burung Sempat Dengar Suara Gemuruh

chuk s. widarsaha - detikNews
Rabu, 24 Okt 2012 11:05 WIB
Gunung Raung Siaga, Pencari Burung Sempat Dengar Suara Gemuruh
Bondowoso - Sejumlah warga di Kecamatan Sumber Wringin, Bondowoso, Jawa Timur, mengaku sempat mendengar suara gemuruh beberapa kali yang diduga berasal dari Gunung Raung.

Menurut keterangan beberapa warga, suara gemuruh itu diduga berasal dari Gunung Raung pada Selasa (23/10/2012) sore.

"Saat itu saya sedang mencari burung di atas, tepatnya di sekitar blok Pondok Sumur," kata Sanito (34), warga Desa Tegal Jati, Kecamatan Sumber Wringin, kepada detiksurabaya.com, Rabu (24/10/2012)

Sanito yang sehari-hari memang berprofesi sebagai pencari burung di sekitar lereng Gunung Raung itu mengatakan, begitu mendengar suara gemuruh selama beberapa kali itu, dia langsung tunggang langgang lari turun.

Hal senada juga disampaikan Surapik (41), warga Desa Sumber Gading. Suara gemuruh itu didengarnya selama beberapa kali. Bahkan, kata dia, suara gemuruh itu juga diikuti dengan getaran seperti gempa selama beberapa saat.

Sementara itu, Camat Sumber Wringin, Asnawi Sabil, membenarkan adanya laporan suara gemuruh yang diduga berasal dari Gunung Raung tersebut.

"Beberapa warga yang sehari-hari memang mencari hasil hutan di sekitar lereng Raung memang mendengar gemuruh itu," katanya.

Aktifitas Gunung Raung di perbatasan Banyuwangi-Bondowoso, Jawa Timur terpantau terus meningkat dalam sepekan terakhir ini. Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status gunung tersebut dari waspada ke siaga.

"Terhitung 22 Oktober 2012, pukul 20.30 WIB, status dinaikkan dari Waspada ke Siaga Gunung Raung," ujar Kepala PVMBG, Surono, dalam keterangan singkatnya kepada detikcom, Senin (22/10/2012).

Surono mengatakan aktivitas vulkanik Gunung Raung terus meningkat sejak tanggal 17 Oktober 2012 pukul 15.00 WIB. Peningkatan itu ditandai oleh terekamnya tremor vulkanik menerus (amplitudo rata-rata 2-4 mm). Karena peningkatan itu, pada 18 Oktober 2012 pukul 21.00 WIB, status kegiatan dinaikkan dari normal ke waspada.

"Tanggal 19-20 Oktober 2012, amplitudo tremor vulkanik (energi) naik menjadi 8-10 mm (maksimum 25 mm). Teramati asap di puncak Gunung Raung dengan tinggi 50 meter dari puncak.Tanggal 21 Oktober 2012 hingga saat ini amplituda tremor terus meningkat menjadi 12-15 mm (maksimum 30 mm hingga overscale), tinggi asap dari puncak 50-75 mm," tulisnya.

(gik/gik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini