Dalam aksinya kali ini, warga sekitar pengeboran yang mengatasnamakan dirinya Gertak (Gerakan Rakyat Terkena Dampak) menagih sejumlah janji dari PetroChina. Mulai dari janji mengembalikan lingkungan tidak rusak, tidak tercemar, tenaga kerja dan sebagainya.
Pada aksi ini, warga juga menuntut uang kompensasi untuk warga sekitar yang selama ini belum mendapat.
"Selama ini, masih ada ada 93 Kepala Keluarga yang belum dapat kompensasi. Karena itu, kita mendesak supaya semuanya mendapatkan," kata Kamsiadi, koordinator aksi.
Selain itu, warga juga meminta dana CSR (Corporate Social Responsibility) JOB P-PEJ untuk warga Rahayu dinaikkan 12 persen. Yakni dari dana tahun kemarin Rp 694 juta, menjadi Rp 978 juta.
"Dan yang tak kalah penting, warga meminta PetroChina agar memberikan gantirugi tanaman sekitar yang terkena dampak api flare pusat pengeboran. Terutama, tanaman radius 700 meter sekitar flare yang terdampak," sambungnya.
Mengawali aksinya, warga berkumpul di Balai Desa Rahayu. Kemudian, mereka berkonvoi sepeda motor menuju pusat pengeboran sambil membentangkan sejumlah sepanduk.
Di sana, para pendemo terus bergantian orasi. Dan hingga saat ini, aksi masih terus berlanjut dengan penjagaan ketat dari personil kepolisian dan TNI.
(gik/gik)











































