Istri Sucipto, Diah Hariani menceritakan, peristiwa itu berawal saat keponakannya bernama Argan, bertengkar dengan keponakan BU bernama Fajar.
"Sebenarnya itu pertengkaran anak kecil. Ya biasalah anak-anak kan sering bertengkar seperti itu," kata Diah, Senin (22/10/2012).
Saat itulah Sucipto datang bermaksud melerai. Kedua anak yang terlibat pertengkaran diminta agar berhenti. Rupanya setelah itu Fajar mengadu ke pamannya, BU.
"Suami saya lalu didatangi dan langsung dihajar," ungkap Diah.
Sucipto yang tidak tahu akan diserang seperti itu, tak sempat melakukan perlawanan. Akhirnya dia pun menjadi sansak hidup.
"Dia dihajar berkali-kali hingga 7 giginya rontok. Setelah itu ditinggalkan begitu saja," kata Diah.
Diah dibantu tetangga sekitar, langsung membawa korban ke RSD dr Subandi Jember. Saat ini Sucipto masih dirawat di ruang paviliun Nusa Indah RSD dr Subandi.
Sementara, Komandan Peleton BU di Yonif 515, Letda Agung, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun keterangan lebih rinci akan disampaikan langsung komandan Yonif 515 Letkol Anhar.
(bdh/bdh)











































