Pick Up Hantam Truk, Sopir Terjepit Satu Jam

Pick Up Hantam Truk, Sopir Terjepit Satu Jam

- detikNews
Senin, 22 Okt 2012 12:00 WIB
Pick Up Hantam Truk, Sopir Terjepit Satu Jam
Situbondo - Diduga sopir mengantuk, sebuah pick up Daihatsu Gran Max menabrak truk di jalanan menikung jalur pantura Situbondo, Senin (22/10/2012) dini hari. Kerasnya benturan menyebabkan bodi depan pick up bernopol P 9299 BZ ringsek hingga menjepit tubuh sopirnya, Shaleh (40). Dibutuhkan waktu sekitar satu jam untuk mengeluarkan sopir asal Desa Sumberanyar, Banyuputih, itu dari dalam kabin pick up.

Kondisi Shaleh yang masih terjepit dalam kabin cukup mengenaskan. Dari wajah dan tangan kanannya terus mengeluarkan darah. Dia juga terus meringis kesakitan sambil sesekali bersuara meminta tolong. Shaleh baru bisa dievakuasi setelah bagian penyangga kabin pick up yang ringsek ditarik menggunakan truk.

"Tolong, pak. Tadi saya mengantuk," suara Shaleh lirih dari dalam kabin.

Begitu berhasil dievakuasi, sopir berperawakan kurus itu langsung dilarikan ke RSU dr Abdoer Rahem, Situbondo. Saat kecelakaan Shaleh tidak sendirian, tetapi bersama seorang temannya, Dayuri Nuriyanto, juga warga Desa Sumberanyar, Banyuputih. Meski tidak terjepit kabin, kondisi pria 35 tahun itu juga cukup parah dengan sejumlah luka di bagian wajah dan telinga. Dayuri juga dirujuk ke RSU Situbondo, setelah sempat menjalani perawatan di Puskesmas Panarukan.

"Mungkin sopir mengantuk, pak. Tadi kecepatannya memang tinggi, kira-kira 120 KM/jam. Saya sudah sempat mengingatkan agar pelan," ujar Dayuri saat ditemui di UGD Puskesmas Panarukan.

Kecelakaan itu terjadi di jalanan menikung jalur pantura Kecamatan Panarukan, dini hari tadi. Saat kejadian Shaleh dan Dayuri dalam perjalanan pulang usai mengantar muatan tembakau ke Probolinggo. Meski diduga sedang mengantuk, dari arah Surabaya Shaleh tetap memacu pick up warna putih itu dengan kecepatan tinggi. Benar saja, setibanya di jalanan menikung sisi timur jembatan Desa Kilensari, Panarukan, pick up tidak terkendali hingga melaju di lajur kanan. Padahal saat itu kondisi jalan raya sedang sepi.

Saat bersamaan, dari arah timur muncul truk N 8772 WA bermuatan karton yang disopiri Suyanto (38), warga Bangil, Pasuruan. Melihat pick up di depannya berjalan di lajur kanan, Suyanto mengaku langsung menghentikan truknya dan membunyikan klakson berulang-ulang.

"Tapi pick up itu terus melaju kencang sampai jaraknya dekat dengan truk. Baru saat itu pick up banting setir ke kiri, jadi ya tidak nututi," tutur Suyanto.

Seketika itu bagian kanan pick up menghantam bagian kanan truk dengan cukup keras. Usai menghantam truk, pick up sempat berbelok arah ke sisi kiri hingga nyaris tercebur ke jurang di utara jalan raya. Akibat lamanya proses evakuasi sopir pick up, arus lalu lintas di jalur setempat sempat macet. Untuk mengurai kemacetan, polisi mengatur arus lalu lintas dengan sistem buka tutup. Jalur kembali lancar setelah proses evakuasi korban selesai dan bangkai mobil pick up ditarik menggunakan mobil derek ke tepi jalan raya.

"Tadi pengakuan sopir pick up-nya dia mengantuk. Tapi semuanya masih harus diselidiki. Kendaraan yang terlibat kecelakaan akan dibawa ke Mapolres untuk bahan penyelidikan," tukas Kanit Pos Lantas 90 Satlantas Polres Situbondo, Aiptu Alif, di lokasi kejadian.

(iwd/iwd)
Berita Terkait