Kasus asusila itu berawal saat korban memiliki banyak Pekerjaan Rumah (PR) dari sekolahnya. Melalui bantuan temannya, korban bertemu dengan R (25), yang kemudian menjadi guru pembimbingnya sejak Agustus 2012 lalu.
Dalam perkenalan pertama ini, korban dan pelaku saling bertukar nomor ponsel. Kopi darat akhirnya terjadi antara korban dengan pelaku. Selanjutnya korban ikut dalam bimbingan pelajar di rumah pelaku. Suatu waktu, pelaku meminta korban datang ke rumahnya seorang diri.
"Waktu itulah pelaku menyetubuhi korban di rumahnya," terang sumber di kepolisian yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (20/10/2012).
Akibat perbuatan pelaku korban kini berbadan dua dan berniat meminta pertanggung jawaban pelaku.
"Karena pelaku menolak, korban akhirnya melapor ke polisi," imbuh petugas itu.
Sebelumnya, keluarga korban mencurigai adanya perubahan pada fisik korban. Perut yang semakin membuncit tak bisa disembunyikan korban hingga memaksanya mengaku saat didesak keluarga untuk menceritakannya.
Kasubag Humas Polres Malang Kota AKP Dwiko Gunawan mengungkapkan, jika pihaknya sudah mengantongi identitas pelaku. Tim pun sudah dibentuk untuk memburu pelaku.
"Sasarannya tempat-tempat yang biasanya didatangi pelaku," ungkap Dwiko.
(/iwd)











































