Kepala PVMBG Surono mengatakan, peningkatan status dilakukan karena terekam tremor vulkanik secara terus menerus sejak 17 Oktober 2012 pukul 15.43 Wib.
"Tremor ini kemungkinan dipicu oleh peningkatan gempa vulkanik dangkal dan peningkatan gempa tektonik di Selatan Banyuwangi," ujar Surono, saat dikonfirmasi detiksurabaya.com, Jumat (19/10/2012).
Selain itu, lanjutnya, Agustus 2012 lalu terekam 166 kali gempa tektonik (GT). Dan antara tanggal 1 hingga 7 September 2012 terekam 175 GT dan 8 kali gempa vulkanik dangkal (VB).
Selanjutnya antara tanggal 8 hingga 14 September terekam 12 kali VB dan 224 GT. Tanggal 15 hingga 21 September 2012 terekam 223 GT dan 8 VB. Dan tanggal 22 hingga 30 September 21 kali VB dan 146 GT.
PVMBG merekomendasikan tidak ada kegiatan masyarakat dalam radius 1 Km dari kawah aktif. Warga juga diimbau untuk tetap tetap tenang dan tidak perlu panik.
"Dan tidak perlu ada pengungsian," tandasnya.
(bdh/bdh)











































