Kabur Dengan Gali Terowongan Kembali Dilakukan 7 Imigran

Kabur Dengan Gali Terowongan Kembali Dilakukan 7 Imigran

Muhajir Arifin - detikNews
Jumat, 19 Okt 2012 15:33 WIB
Pasuruan - Sebanyak 7 imigran gelap asal Afganistan kembali kabur dari Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Surabaya, di Desa Raci Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Para imigran kabur dengan cara menggali terowongan di kamar A4.

Modus kabur dengan cara menggali terowongan sudah beberapa kali dilakukan para deteni (penghuni Rumah Detensi). Beberapa kali pula modus itu berhasil. Sebelumnya pada Minggu (3/6/2012) silam, 15 imigran asal Afganistan berhasil kabur dengan cara menjebol kloset kemudian menggali terowongan sampai menembus tembok luar.

"Kita menggetahui ada imigran kabur sekitar pukul 05.00 Wib," kata Wahyu Triwibowo, Kasubsi Ketertiban dan Keamanan Rudenim Surabaya, Jumat (19/10/2012).

Wahyu menuturkan para imigran berhasil kabur usai menggali terowongan di dalam kamar yang tembus sampai tembok luar kamar. Setelah keluar dari dalam kamar, para imigran menaiki tembok barat dengan tangga. Mereka dengan mudah mendapat tangga karena sebagian bangunan dalam Rudenim sedang dalam proses perbaikan.

"Mereka menggunakan tangga para pekerja bangunan untuk naik tembok," jelas Wahyu.

Imigran gelap yang kabur merupakan 7 dari 10 imigran gelap yang pada 10 Oktober 2012 lalu baru saja dikirim dari hotel di Sidoarjo. Karena beberapa bagian gedung sedang dalam perbaikan, 10 imigran dari Sidoarjo itu ditempatkan di kamar A4. Kamar A4 sebenarnya tidak layak ditempati karena termasuk dari bangunan yang sedang direnovasi.

"Kamar mereka memang tidak layak huni karena masih direnovasi. Kita terpaksa menempatkan mereka di sana karena semua kamar di blok B sudah penuh. Mungkin karena itu mereka mudah menggali lubang," jelasnya.

Wahyu berkilah pihaknya sudah berusaha mengantisipasi modus kabur dengan cara menggali lubang dengan cara memperketat penjagaan.

"Penjagaan sudah diperketat, namun mereka tetap bisa memanfaatkan celah," pungkasnya.

Saat ini jumlah imigran gelap yang berada di Rudemim Surabaya sebanyak 51 orang. Sementara perbaikan beberapa kamar di blok A terus dikerjakan agar bisa menampung lebih banyak lagi imigran kiriman.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini