Balai Arkeolog Ekskavasi Situs Tondowongso di Kediri

Balai Arkeolog Ekskavasi Situs Tondowongso di Kediri

- detikNews
Kamis, 18 Okt 2012 14:22 WIB
Kediri - Diyakini sebagai kampung purba, Balai Arkeologi Yogyakarta, melakukan ekskavasi (penggalian) lanjutan di areal Situs Tondowongso di Desa Gayam Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri.

Namun sayang proses ekskavasi terkendala pembebasan lahan yang masyarakatnya masih alot untuk ditukar guling atau dibeli. Ekskavasi ini merupakan yang ke-5 setelah situs ditemukan pada 2007.

Situs yang diperkirakan berasal dari abad XII atau masa Kerajaan Kadiri itu tidak hanya ditemukan candi sebagai sarana peribadatan. Melainkan arca, gapura dan hunian zaman purba.

Di Jawa Timur, karakteristik kampung purba semacam ini hanya ditemukan di Tondowongso. Sedangkan di Jawa Tengah, karakteristik serupa baru saja ditemukan di wilayah Temanggung.

Sayang, proses ekskavasi terhadap situs Tondowongso terancam tidak dapat dilakukan secara maksimal. Pasalnya, sampai saat ini, lokasi situs yang benar–benar sudah dikuasai pemerintah masih sebagian kecil dari luas total situs. Sisanya, sampai saat ini masih menjadi milik perorangan.

Selain itu, lahan tersebut juga digunakan usaha yang bisa mengancam keberadaan situs. Misalnya, galian pasir atau pembangunan rumah. Setidaknya luas situs Tondowongso mencapai 400 meter x 200 meter. Hal ini berdasarkan struktur bangunan yang sudah dapat digali.

Penelitian yang dilakukan selama ini tidak dapat berlangsung secara utuh karena masih banyak lahan situs yang belum dapat digali.

Ketua Tim Ekskavasi Heri Priswanto mengatakan meski sedikit terganggu dengan status tanah, namun pihaknya melakukan cara lain untuk meneliti situs Tondowongso, yakni melalui dokumen, gambar atau keterangan lainnya.

"Yang jelas terganggu tapi untungnya ada sumber lain yang bisa kita jadikan bahan penelitian," ujar Heri kepada wartawan, Kamis (18/10/2012).

Terkait hal tersebut, balai arkeologi tidak bisa berbuat banyak. Mereka hanya bisa mengimbau agar warga yang memiliki lahan tidak melakukan pengrusakan bila menemukan struktur bangunan purba. Balai arkeologi juga memberikan rekomendasi pada Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan dan Pemkab Kediri agar melakukan pengamanan terhadap titik–titik struktur bangunan yang sudah ditemukan.

Hingga kini sudah ada 10 arkeolog yang terlibat dalam ekskavasi Tondowongso ke-5 ini. Ekskavasi akan berlangsung hingga 24 Oktober mendatang.


(fat/fat)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.